Bullying merupakan bentuk perilaku kekerasan yang melibatkan tindakan pemaksaan baik secara fisik maupun psikologis terhadap individu atau kelompok yang dianggap lebih lemah oleh individu atau kelompok lain. Perilaku ini bertujuan untuk menyakiti korban melalui tindakan verbal, fisik, maupun psikologis, sehingga korban mengalami tekanan, trauma, serta perasaan tidak berdaya. Individu yang melakukan tindakan tersebut disebut sebagai pelaku bullying (bully).
Pelaku bullying dapat berupa satu orang maupun sekelompok orang yang merasa memiliki kekuasaan atau dominasi terhadap korban. Sementara itu, korban memandang dirinya sebagai pihak yang lemah, tidak mampu melawan, dan berada dalam kondisi terancam.
Faktor-Faktor Terjadinya Bullying
1. Kepribadian Individu
Faktor kepribadian berperan dalam munculnya perilaku bullying, seperti kecenderungan agresif, rendahnya rasa empati dan simpati terhadap orang lain, ketidakmampuan mengekspresikan emosi secara sehat, serta kurangnya kesadaran terhadap dampak negatif dari perilaku yang dilakukan.
2. Lingkungan Keluarga
Pelaku bullying sering berasal dari keluarga yang memiliki permasalahan, seperti konflik orang tua, pola asuh otoriter, pengabaian, serta kekerasan fisik maupun psikologis. Anak yang terbiasa menyaksikan atau mengalami kekerasan di rumah cenderung meniru perilaku tersebut dan melampiaskannya kepada teman sebaya. Kurangnya perhatian dan kasih sayang dari orang tua juga dapat mendorong anak mencari perhatian dengan cara menunjukkan kekuasaan terhadap orang lain.
SMPN 1 Bengkalis